Adalah aku yang sering merasa
Tak bisa menyembunyikan rindu dengan rapi
Adalah aku yang tak bisa meredam amarah dengan mahir
Adalah aku yang begitu rumit
Dengan rasa takut mendera
Katanya aku perasa
Perasa di setiap rasa
Tapi itu wajar
Karena kita tak sesering dulu bertatap muka
Aku dibalut kekalutan
Dinding kamar pun menertawakanku
Ironis
Hidupku kini seperti teka teki silang
Harus menentukan mana mendatar mana menurun
Harapanku atas kamu sepertinya tersungkur
Sudahlah
Untuk saat ini menangis lebih baik