Ketika itu ...
Hujan turun deras
Tempias air membasahi alam
Aku hanya bisa mengepalkan tangan
menjaga amarahku.
Kenapa ?
Kenapa kamu meruntuhkan semua ?
Penjelasan yang kamu katakan, seolah terserap oleh bumi
Aku terdiam..
Sungguh keheningan yang begitu ganjil
Aku kehilangan kalimat
Merangkak pun aku tak bisa
Kamu merusak agenda kita yang sudah tertata
Kamu membuat semuanya berantakan seperti kepingan puzzle
Karenamu aku tak bisa lagi mencium wangi hujan
Karena mu aku tak bisa lagi menghargai langit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar